Menghancurkan Segala Bentuk Pemisah Antara Da’i & Umat

MediaMuslim.Info -Sesungguhnya banyak dari saudara-saudara kita para du’at, apabila melihat suatu kaum melakukan kemungkaran maka ghirah dan rasa bencinya kepada kemungkaran tersebut membuatnya menjauh dan tidak menasehati mereka, dan ini adalah suatu kesalahan! Bahkan ini jelas bukan termasuk sikap hikmah sedikitpun. Bahkan (yang sesuai dengan) hikmah adalah bila anda pergi mendakwahi dan menyampaikan, memberikan targhib (motivasi beramal sholih) dan tarhib (peringatan terhadap maksiat). Dan anda jangan mengatakan bahwa (karena) mereka adalah orang-orang fasik maka saya tidak mungkin duduk bersama mereka!!Bila antum –wahai sang dai- tidak bersedia duduk bersama mereka, tidak mau berjalan bersama mereka dan tidak mendakwahi mereka kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, maka siapakah yang akan mengurusi mereka?!

Apakah yang (harus) mengurusi mereka adalah orang yang seperti mereka?!
Ataukah yang (harus) mengurusi mereka adalah kaum yang sama sekali tidak mengetahui atau tak berilmu?!

Sesungguhnya sudah sepantasnya seorang dai itu menyabarkan dirinya dan memaksanya serta menghancurkan semua dinding pembatas antara dirinya dengan masyarakat, agar ia dapat menyampaikan dakwahnya kepada orang yang membutuhkannya. Adapun jika ia menyendiri dan bersikap angkuh lalu berkata: “Jika ada seseorang yang datang kepadaku maka aku akan menyampaikan dakwah ini kepadanya, namun jika tidak ada yang dating kepadaku maka saya tidaklah memiliki kewajiban!” Maka hal ini jelas menyelisihi apa yang dahulu dilakukan oleh Rasulullah.

Dan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam –sebagaimana diketahui oleh siapapun yang membaca sejarah- dahulu selalu pergi pada hari-hari Mina (tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) mendatangi kaum musyrikin ke tempat-tempat mereka untuk mendakwahi mereka kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Diriwayatkan dari beliau bahwa beliau berkata: “Apakah ada seseorang yang mau membawaku kepada kaumnya untuk aku sampaikan (kepada mereka) perkataan Tuhanku, sebab sesungguhnya kaum Quraisy telah menghalangiku untuk menyampaikan perkataan Tuhanku” (HR. At-Tirmidzi no. 2925 dalam Kitab Fadhail Al-Qur’an dan beliau berkata: Hadist ini gharib shahih. Dan Abu Daud no. 4734 dalam Kitab As-Sunnah, dan Ibnu Majah no. 201 dalam Muqaddimah (Kitab Sunannya –pen) serta Ad-Darimi no. 3354 dalam Kitab Fadhail Al-Qur’an dan Ahmad dalam Musnad-nya (3/390) dari Hadist Jabir bin Abdullah.

Jadi demikianlah jalan Nabi dan Imam serta tauladan kita Rasulullah, maka sudah kewajiban kita agar mengikuti jalan yang sama dalam berdakwah kepada Alloh Ta’ala.

(Disadur dari: Ash-Shahwah Al-Islamiyah, Dhawabith wa Taujihat, Oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: